Dec 17, 2011

Tertulis Kasih Sejak Azali

Simpan saja cinta di tapak tangan, andai ia pergi mudah untuk dilepaskan. Namun hampir semua menyimpannya di dalam hati kerana begitu pasti ianya tak akan pergi. Kununnya ingin menjadi pencinta sejati namun bila cinta pergi merataplah hati seorang diri seperti tak percaya ianya boleh terjadi.

Sesungguhnya hati manusia tiada yang pasti sedangkan diri sendiri sanggup dizalimi apatah lagi sekadar ikatan cinta dan janji. Apalah kita asyik dengan cinta dan janji manusia. Sedangkan janji kematian dari Tuhan, pang pang alang sahaja rasanya meresap di jiwa. Khuatirnya ada cuma tak sepenuhnya memandu cita-cita.

Imam Al Ghazali Dan Anak Muridnya

Percaturan hidup ini bukan pada cinta dan kasih manusia. Tidak perlulah terlalu mengejarkannya. Percaturan hidup ini pada kebaikan yang diusahakan. Pada kewajipan yang dilaksanakan. Pada keikhlasan yang ada dan tentunya pada kesucian hati dan jiwa.

Memangnya kita manusia ada sedih ada dukanya. Rasa kehilangan pasti mencengkam. Kasih yang datang tentunya disambut rasa riang. Bila ditinggalkan pergi, terhamparlah sunyi dan sepi menyelimuti hati . Dalam bersedih meratap kehilangan, ada baiknya direnungkan hakikat kejadian.

Hijab kekasih - M Nasir

Agar mudah cerita tak perlu peningkan kepala, hadapkan saja wajah pada yang Esa. Bila nanti datang rahmatNya, bila nanti dihulurkan kasihNya, pasti tak heran lagi kita pada manusia dan seluruh isi dunia. Datang di terima pergi tak mengapa. Relalah hati dengan takdir tertulis sejak azali, Jodoh pertemuan, hidup dan mati, yakinkan diri itu ketetapan Tuhan yang maha adil lagi maha mengasihani. Asalkan saja usaha kita betul, niat kita lurus.

Qada' dan Kadar di sisi orang asing 
oleh Ustaz Abu Islam Fathul Bari

Thanks for coming

Thanks for coming
Terima kasih sudi hadir

Tajuk - Title