Jan 6, 2013

Do not CURSE him - Jangan KUTUK dia

jangan KUTUK dia - do not CURSE him 


===================== 

بسم الله الرحمن الرحيم

In the Name of Allah, the Most Beneficent, the Most Merciful.
Dengan nama Allah, Yang Maha Pemurah, lagi Maha Mengasihani.

وَلْتَكُن مِّنكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ ۚ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ

Let there arise out of you a group of people inviting to all that is good (Islam), enjoining Al-Ma'ruf (i.e. Islamic Monotheism and all that Islam orders one to do) and forbidding Al-Munkar (polytheism and disbelief and all that Islam has forbidden). And it is they who are the successful.
 
Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung.

==========================================
بسم الله الرحمن الرحيم

In the Name of Allah, the Most Beneficent, the Most Merciful.
Dengan nama Allah, Yang Maha Pemurah, lagi Maha Mengasihani.

حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ بُكَيْرٍ، حَدَّثَنِي اللَّيْثُ، قَالَ حَدَّثَنِي خَالِدُ بْنُ يَزِيدَ، عَنْ سَعِيدِ بْنِ أَبِي هِلاَلٍ، عَنْ زَيْدِ بْنِ أَسْلَمَ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ، أَنَّ رَجُلاً، عَلَى عَهْدِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم كَانَ اسْمُهُ عَبْدَ اللَّهِ، وَكَانَ يُلَقَّبُ حِمَارًا، وَكَانَ يُضْحِكُ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم، وَكَانَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم قَدْ جَلَدَهُ فِي الشَّرَابِ، فَأُتِيَ بِهِ يَوْمًا فَأَمَرَ بِهِ فَجُلِدَ، فَقَالَ رَجُلٌ مِنَ الْقَوْمِ اللَّهُمَّ الْعَنْهُ مَا أَكْثَرَ مَا يُؤْتَى بِهِ‏.‏ فَقَالَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم ‏ "‏ لاَ تَلْعَنُوهُ، فَوَاللَّهِ مَا عَلِمْتُ أَنَّهُ يُحِبُّ اللَّهَ وَرَسُولَهُ ‏"‏‏.‏

 Sahih Bukhari Book: 86, Hadith: 6867
The English translation 

Narrated `Umar bin Al-Khattab:

During the lifetime of the Prophet there was a man called `Abdullah whose nickname was Donkey, and he used to make Allah's Apostle laugh. The Prophet lashed him because of drinking (alcohol). And one-day he was brought to the Prophet on the same charge and was lashed. On that, a man among the people said, "O Allah, curse him ! How frequently he has been brought (to the Prophet on such a charge)!" The Prophet said, "Do not curse him, for by Allah, I know for he loves Allah and His Apostle."

Terjemahan Melayunya
Umar bin al-Khattab melaporkan, pada suatu masa ada seorang lelaki bernama Abdullah yang nama jolokannya adalah 'himar' yang bermakna 'si keldai'. Dia seorang yang selalu menyebabkan Nabi Muhammad senyum. Nabi Muhammad pernah mengenakan hukuman sebat kepada Abdullah atas kesalahan meminum arak. Pada suatu hari sekali lagi Abdullah dibawa ke hadapan Nabi Muhammad atas kesalahan minum arak, Nabi pun menyebat dia. Melihat peristiwa itu seorang lelaki berkata, “Ya Allah! Kutuklah dia. Selalu benar dia dibawa ke hadapan Nabi.” Nabi Muhammad berkata, “Jangan kutuk dia, kerana demi Allah, saya tahu dia mencintai Allah dan Rasulnya.” --
Hadith No. 2161 dalam kitab Ringkasan Sahih al-Bukhari.

==========================

In every offense there is a punishment whereas insulting or cursing among Muslims is not a noble act
 
Bagi setiap kesalahan ada hukumannya manakala menghina atau mengutuk sesama umat Islam bukanlah satu perbuatan yang mulia 

 Islam Browser

==========================

Hasan Al Basri has learn. Why shouldn't we ?

One day when Hasan Al Basri was walking along the bank of the river Tigris, he saw a man seated near a woman; before them was a jar and a cup.Each of them in turn poured from the jar into the cup and drank.

Seeing this man, Hasan, according to his wont, said to himself, "There is a man better than myself." At the same time he secretly thought, "As regards the observance of the ceremonial law, it is possible that he is not superior to me, for he is sitting near a woman of doubtful character and drinking wine."

While he was thus reflecting, there appeared on the river a boat heavily laden, and containing seven persons.

Just as it was approaching the shore, it foundered. The man, casting himself into the water, drew out six persons in succession; then, going to Hasan, he said to him, "Rise, if thou art better than I. I have saved six, for my part; thou save one, for thine."

Then he added, "O true believers, this jar contains water, and this woman is my mother. I have wished to tempt Hasan." Then, addressing the latter, he said, "See, thou hast looked with the outer eye only, and hast not been capable of looking with the inner eye."

At these words, Hasan, falling at his feet, kissed his hand, and understood that he was one of the Lord's chosen servants. "Sir," he said, "as thou hast drawn these drowning men from the water so save me from the abyss of self-worship."

The man replied, "Go, thou art saved."

From that time Hasan considered no one smaller than himself, but everyone his superior.
with a little editing from zoya-thewayofasufi

Hasan Al Basri telah belajar. Mengapa tidak kita ?

Pada suatu hari, terjadi suatu peristiwa yang sangat membekas pada diri Hassan Al-Basri.Ditepi sungai Dajlah, Hassan Al-Basri melihat seorang pemuda duduk berdua-duaan dengan seorang wanita. Di samping mereka terdapat sebotol arak. Hassan berkata, “Alangkah jahatnya orang itu dan alangkah baiknya kalau ia seperti aku!”

Tiba-tiba beliau melihat sebuah perahu di tengah sungai perlahan-lahan tenggelam. Lelaki yang duduk di tepi sungai tadi segera terjun untuk menolong penumpang perahu yang hampir mati kelemasan. Dia berhasil menyelamatkan enam daripada tujuh penumpang perahu itu, kemudian ia berpaling ke arah Hassan Al-Basri seraya berkata, “Jika engkau memang lebih mulia dari saya, maka dengan nama Allah, selamatkanlah seorang lagi yang belum sempat saya tolong.Engkau diminta untuk menyelamatkan satu orang saja, sedangkan saya telah menyelamatkan enam orang.”

Namun sayang, Hassan Al Basri tidak berhasil menyelamatkan yang seorang itu. Maka lelaki itu berkata kepadanya, “Tuan, sebenarnya wanita yang duduk di samping saya ini adalah ibu saya, sedangkan botol itu hanya berisi air biasa, bukan arak. Ini hanya untuk menguji tuan”.

Hassan Al-Basri terpegun, lalu ia berkata, “Kalau begitu, sebagaimana engkau telah menyelamatkan enam orang tadi daripada bahaya tenggelam ke dalam sungai, maka selamatkanlah pula saya dari tenggelam ke dalam kebanggaan dan kesombongan.” Orang itu menjawab, “Mudah-mudahan Allah mengabulkan permohonan tuan.” Semenjak hari itu, Hassan Al-Basri selalu merendahkan dirinya bahkan ia menganggap dirinya sebagai makhluk yang paling hina. 
copy & pasted from ataphijau.com

Thanks for coming

Thanks for coming
Terima kasih sudi hadir

Tajuk - Title