Jan 14, 2013

Pluralisma, Liberalisma, dan Sekulerisma Agama - Fatwa - Pluralism, Liberalism and Religious Secularism

Fatwa  
Admit All Religions are Equal  
Mengakui Semua Agama adalah Sama
by  Indonesian Ulema Council


Fatwa tentang
Pluralisma, Liberalisma, dan Sekulerisma Agama

Fatwa on
Pluralism, Liberalism, and
Religious Secularism

===============================

the translation in English can be found

after the Melayu version


==============================================================

Keputusan Fatwa Majelis Ulama Indonesia
Nomor : 7/Munas VII/MUI/11/2005
Tentang: Pluralisme, Liberalisme, dan Sekulerisme Agama


Bismillahirrahmanirrahim
Majelis Ulama Indonesia (MUI), dalam Musyawarah Nasional MUI VII pada 19-22 Jumadil Akhir 1426 H/26-29 Juli 2005 :

Menimbang :
  1. Bahwa pada akhir-akhir ini berkembang paham pluralisme, liberalisme, dan sekulerisme agama serta paham-paham sejenis liannya dikalangan masyarakat;
  2. Bahwa berkembangnya paham pluralisme, liberalisme, dan sekulerisme agama dikalangan masyarakat telah menimbulkan keresahan sehingga sebagian masyarakat meminta MUI untuk menetapkan fatwa tentang masalah tersebut;
  3. Bahwa oleh karena itu, MUI memandang perlu menetapkan fatwa tentang paham pluralisme, liberalisme, dan sekulerisme agama tersebut untuk dijadikan pedoman oleh umat Islam.
Mengingat :
  1. Firman Allah SWT : “Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu)daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang merugi”. (QS. Al-Imram [3] : 85)
    “Sesungguhnya agama (yang diridhai) di sisi Allah hanyalah Islam..” (QS. Al-Imran [3] : 19)
    “Untukmulah agamamu, dan untukkulah agama-ku”. (QS. Al-Kafirun [109] : 6)
    “Dan tidak patut bagi laki-laki yang mu’min dan tidak (pula) bagi perempuan yang mu’min, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetpkan suatu ketetapan akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barang siapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya, maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata”. (QS. Al-Ahzab [33] : 36)
    “Allah tiada melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak pula mengusir kamu dai negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlakuk adil. Sesungguhnya Allah hanya melarang kamu menjadikan kawanmu orang-orang yang memernagi kamu karena agama dan mengusir kamu dari negerimu dan membantu (orang lain) untuk mengusirmu.Dan barangsiapa menjadikan mereka sebagai kawan, maka mreka itulah orang-orang yang zalim”. (QS. Al-Mumtahinah [60] : 8-9)
    “Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamju melupakan bahagaianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orng-orang yang berbuat kerusakan”. (QS. Al-Qashash [28] : 77)
    “Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang yang dimuka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkan dari jalan Allah. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan belaka, dan mereka tidak lain hanyalah berdusta terhadap Allah”. (QS. Al-An’am [6] : 116)
    “Andaikata kebenaran itu menuruti hawa nafsu mereka, pasti binasalah langit dan bumi ini, dan semua yang ada di dalamnya. Sebenarnya Kami telah mendatangkan kepada mereka kebanggaan mereka tetapi mereka berpaling dari kebanggaan itu”. (QS. Al-Mu’minun [23] : 71)
  2. Hadist Nabi Shallahu Alaihi Wa Sallam:
    1. Imam Muslim (wafat 262) dalam kitabnya Shahih Muslim, meriwayatkan sabda Rasulullah Shallahu Alaihi Wa Salllam :“Demi Dzat yang menguasai jiwa Muhammad, tidak ada seorang pun baik Yahudi maupun Nasrani yang mendengar tentang diriku dari umat Islam ini, kemudian ia mati dan tidak beriman terhadap ajaran yang aku bawa, kecuali ia akan menjadi penghuni neraka.” (HR. Muslim)
    2. Nabi mengirimkan surat-surat dakwah kepada orang-orang non muslim, antara lain Kaisar Heraklius, Raja Romawi, yang beragama Nasrani dan Kisra Persia yang berama Majusi, di mana Nabi mengajak mereka untuk masuk Islam. (Riwayat Ibn Sa’d dalam al-Thabaqat al Kubra dan Imam al-Bukhari dalam Shahih Bukhari).
    3. Nabi Shallahu Alaihi Wa Sallam melakukan pergaulan sosial secara baik dengan komunitas-komunitas non muslim seperti komunitas Yahudi yang tinggal di Khaibar dan Nasrani yang tinggal Najran, bahkan salah seorang mertua Nabi yang bernama Huyay bin Ahthab adalah tokoh Yahudi dari Ban Quraizhah (Sayyid Quraizhah). (Riwayat al-Bukhari dan Muslim)
Memperhatikan :Pendapat Sidang Komisi C Bidang Fatwa pada Munas VII MUI 2005.
Dengan bertawakkal kepada Allah SWT

MEMUTUSKAN

Menetapkan : Fatwa Tentang Pluralisme, Liberalisme, dan Sekulerisme Agama

Pertama : Ketentuan Umum
Dalam fatwa ini, yang dimaksud dengan,
  1. Pluralisme agama adalah suatu paham yang mengajarkan bahwa semua agama adalah sama dan karenanya kebenaran setiap agama adalah relatif, oleh sebab itu, setiap pemeluk agama tidak boleh mengklaim bahwa hanya agamanya saja yang benar sedangkan agama yang lain salah. Pluralisme agama juga mengajarkan bahwa semua pemeluk agama akan masuk dan hidup berdampingan di surga.
  2. Pluralitas agama adalah sebuah kenyataan bahwa di negara atau daerah tertentu terdapat berbagai pemeluk agama yang hidup secara berdampingan.
  3. Liberalisme agama adalah memahami nash-nash agama (al-Qur’an dan Sunnah) dengan menggunakan akal pikiran yang bebas, dan hanya menerima doktrin-doktrin agama yang sesuaid engan akal pikiran semata.
  4. Sekulerisme agama adalah memishkan urusan dunia dari agama, agama hanya digunakan untuk mengatur hubungan pribadi dengan Tuhan, sedangkan hubungan sesama manusia diatur hanya dengan berdasarkan kesepakatan sosial.
Kedua : Ketentuan Hukum
  1. Pluralisme, Sekulerisme, dan Liberalisme agama sebagaimana dimaksud pada bagian pertama adalah paham yang bertentangan dengan ajaran agama Islam.
  2. Umat Islam haram mengikuti paham Pluralisme, Sekulerisme dan Liberalisme agama.
  3. Dalam masalah aqidahdan ibadah, umat Islam wajib bersikap eksklusif, dalam arti haram mencampuradukkan aqidah dan ibadah umat Islam dengan aqidah dan ibadah pemeluk agama lain.
  4. Bagi masyarakat muslim yang tinggal bersama pemeluk agama lain lain (pluralitas agama), dalam maslah sosial yang tidak berkaitan dengan aqidah dan ibadah, umat Islam bersikap inklusif, dalam arti tetap melakukan pergaulan sosial dengan agama lain sepanjang tidak saling merugikan.
Ditetapkan di : Jakarta
Pada tanggal : 21 Jumadil Akhir 1426 H/28 Juli 2005 M.
Musyawarah Nasional VIIMajelis Ulama Indonesia
Pimpinan Sidang Komisi C Bidang Fatwa
KH. Ma’ruf Amin
Ketua
Drs. H.Hasanuddin M. Ag
Sekretaris
Pimpinan Sidang Pleno:
Prof. Dr. H. Umar Shihab
Ketua.
Prof. Dr. HM. Din Syamsuddin
Sekretaris.

eramuslim.com

==================================

This is The Direct Translation in English 
on the above Fatwa 
( translation is highlighted in purple and my own narration is highlighted in brown)

Keputusan Fatwa Majelis Ulama Indonesia
Nomor : 7/Munas VII/MUI/11/2005
Tentang: Pluralisme, Liberalisme, dan Sekulerisme Agama

The Fatwa Result of Council of Ulama Indonesia
Number: 7/Munas VII/MUI/11/2005
About: Pluralism, Liberalism,
Religious Secularism

Bismillahirrahmanirrahim
Majelis Ulama Indonesia (MUI), dalam Musyawarah Nasional MUI VII pada 19-22 Jumadil Akhir 1426 H/26-29 Juli 2005 :


Bismillahirrahmanirrahim
Indonesian Ulema Council (MUI), the National Conference on 19-22 Jumada MUI VII Final 1426 H/26-29 July 2005:


Menimbang :
Considering / Contemplating:

1. Bahwa pada akhir-akhir ini berkembang paham pluralisme, liberalisme, dan sekulerisme agama serta paham-paham sejenis *liannya dikalangan masyarakat;

1. Recently growing the understanding of pluralism, liberalism and Religious Secularism and *similar ideologies in the community; 

* Lian + nya - I am not sure the real meaning of this word "Lian" Based on my understanding it is something like the nature or  feature. Means an ideology or understanding that having the *similarity in nature or features as pluralism, liberalism and Religious Secularism

2. Bahwa berkembangnya paham pluralisme, liberalisme, dan sekulerisme agama dikalangan masyarakat telah menimbulkan keresahan sehingga sebagian masyarakat meminta MUI untuk menetapkan fatwa tentang masalah tersebut; 

2. That the growing on understanding of pluralism, liberalism and Religious Secularism has caused unrest among the community so that most people ask for MUI to fix the fatwa on the matter ;

3. Bahwa oleh karena itu, MUI memandang perlu menetapkan fatwa tentang paham pluralisme, liberalisme, dan sekulerisme agama tersebut untuk dijadikan pedoman oleh umat Islam.

3. Due to that reason, considered it necessary for MUI to fix the fatwa on understanding pluralism, liberalism, and Religious Secularism as a guideline to be used by Muslims. 

Mengingat 
Bear in mind

1.Firman Allah SWT : 
1.Firman Allah SWT : 

“Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu)daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang merugi”. (QS. Al-Imram [3] : 85)

" And whoever seeks a religion other than Islam, it will never be accepted of him, and in the Hereafter he will be one of the losers. " - Al Quran 3:85

“ Sesungguhnya agama (yang diridhai) di sisi Allah hanyalah Islam.” (QS. Al-Imran [3] : 19)


" Truly, the religion with Allah is Islam." - part of Al Quran 3:19

“ Untukmulah agamamu, dan untukkulah agama-ku ”. (QS. Al-Kafirun [109] : 6)

" Unto you your religion, and unto me my religion." -   Al Quran 109:06

“Dan tidak patut bagi laki-laki yang mu’min dan tidak (pula) bagi perempuan yang mu’min, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetpkan suatu ketetapan akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barang siapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya, maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata”. (QS. Al-Ahzab [33] : 36)

" It is not for a believer, man or woman, when Allah and His Messenger have decreed a matter that they should have any option in their decision. And whoever disobeys Allah and His Messenger, he has indeed strayed in a plain error. "Quran 33:36  


“ Allah tiada melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak pula mengusir kamu dai negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil. Sesungguhnya Allah hanya melarang kamu menjadikan kawanmu orang-orang yang memernagi kamu karena agama dan mengusir kamu dari negerimu dan membantu (orang lain) untuk mengusirmu.Dan barangsiapa menjadikan mereka sebagai kawan, maka mreka itulah orang-orang yang zalim”. (QS. Al-Mumtahinah [60] : 8-9)

" Allah does not forbid you to deal justly and kindly with those who fought not against you on account of religion and did not drive you out of your homes. Verily, Allah loves those who deal with equity. " - Al Quran 60:08  
" It is only as regards those who fought against you on account of religion, and have driven you out of your homes, and helped to drive you out, that Allah forbids you to befriend them. And whosoever will befriend them, then such are the Zalimun (wrong-doers those who disobey Allah)." - Al Quran 60:09

“ Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamju melupakan bahagaianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orng-orang yang berbuat kerusakan”. (QS. Al-Qashash [28] : 77)

" But seek, with that (wealth) which Allah has bestowed on you, the home of the Hereafter, and forget not your portion of legal enjoyment in this world, and do good as Allah has been good to you, and seek not mischief in the land. Verily, Allah likes not the Mufsidun (those who commit great crimes and sins, oppressors, tyrants, mischief-makers, corrupts)." - Al Quran 28:77

“ Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang yang dimuka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkan dari jalan Allah. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan belaka, dan mereka tidak lain hanyalah berdusta terhadap Allah”. (QS. Al-An’am [6] : 116)

" And if you obey most of those on earth, they will mislead you far away from Allah's Path. They follow nothing but conjectures, and they do nothing but lie." - Al Quran 06:116  

“Andaikata kebenaran itu menuruti hawa nafsu mereka, pasti binasalah langit dan bumi ini, dan semua yang ada di dalamnya. Sebenarnya Kami telah mendatangkan kepada mereka kebanggaan mereka tetapi mereka berpaling dari kebanggaan itu”. (QS. Al-Mu’minun [23] : 71)

" And if the truth had been in accordance with their desires, verily, the heavens and the earth, and whosoever is therein would have been corrupted! Nay, We have brought them their reminder, but they turn away from their reminder." - Al Quran 23:71

2. Hadist Nabi Shallahu Alaihi Wa Sallam:
2. Hadith of the Prophet Sallallaahu Alaihi Wa Sallam:

1. Imam Muslim (wafat 262) dalam kitabnya Shahih Muslim, meriwayatkan sabda Rasulullah Shallahu Alaihi Wa Salllam :“Demi Dzat yang menguasai jiwa Muhammad, tidak ada seorang pun baik Yahudi maupun Nasrani yang mendengar tentang diriku dari umat Islam ini, kemudian ia mati dan tidak beriman terhadap ajaran yang aku bawa, kecuali ia akan menjadi penghuni neraka.” (HR. Muslim)

1. Imam Muslim (died 262) in his Saheeh Muslim, narrated the words of the Prophet Shallahu Alaihi Wa Salllam 
 
“Abu Hurairah (May Allah be pleased with him) narrated that Allah’s Messenger (p.b.u.h.) said, ‘By Him in Whose Hand is the life of Muhammad, he amongst the community of Jews or Christians hears about me; but does not affirm his belief in that with which I have been sent (i.e., Islam) and dies in his state (of disbelief), he shall be but one of the denizens of Hell-Fire.’” (Muslim 1/ 284). - islamicfinder.org

2. Nabi mengirimkan surat-surat dakwah kepada orang-orang non muslim, antara lain Kaisar Heraklius, Raja Romawi, yang beragama Nasrani dan Kisra Persia yang berama Majusi, di mana Nabi mengajak mereka untuk masuk Islam. (Riwayat Ibn Sa’d dalam al-Thabaqat al Kubra dan Imam al-Bukhari dalam Shahih Bukhari).

2. The Prophet had sent letters of da’wah ( invitation to Islam ) to the non-Muslims, amongst them are; Emperor Heraclius, the Roman King who was a Christian, Al-Najashi, the King of Abyssinia and the Persian Kisra (Persian king known to Arabs as Kisra) who was a Majusi, where the Prophet invited them to enter into Islam. (Riwayah Ibn Sa’d in al-Thabaqat al-Kubra and Imam Al-Bukhari in Saheeh al-Bukhari).

3. Nabi Shallahu Alaihi Wa Sallam melakukan pergaulan sosial secara baik dengan komunitas-komunitas non muslim seperti komunitas Yahudi yang tinggal di Khaibar dan Nasrani yang tinggal Najran, bahkan salah seorang mertua Nabi yang bernama Huyay bin Ahthab adalah tokoh Yahudi dari Ban Quraizhah (Sayyid Quraizhah). (Riwayat al-Bukhari dan Muslim)

3. The Prophet SAW conducted good social interactions with the non-Muslim communities such as the Jewish community who lived in Khaybar and the Christians who lived in Najran; in fact, one of the Prophet’s father in-law named Huyay bin Aththab was a notable figure of the Bani Quradzah (Sayyid Bani Qurayzah). (Riwayah al-Bukhari and Muslim).

Memperhatikan :Pendapat Sidang Komisi C Bidang Fatwa pada Munas VII MUI 2005.
Observing: Opinions Session C Sector Commission VII MUI Fatwa on the National Conference 2005.

Dengan bertawakkal kepada Allah SWT
With the sole trust ( Tawakkal) in Allah SWT

MEMUTUSKAN
DECIDE

Menetapkan : Fatwa Tentang Pluralisme, Liberalisme, dan Sekulerisme Agama 
Fix : Fatwa On Pluralism, Liberalism and Religious Secularism

Pertama : Ketentuan Umum
First: General Provisions / Stipulation

Dalam fatwa ini, yang dimaksud dengan,
In this fatwa, which is defined as, 

1. Pluralisme agama adalah suatu paham yang mengajarkan bahwa semua agama adalah sama dan karenanya kebenaran setiap agama adalah relatif, oleh sebab itu, setiap pemeluk agama tidak boleh mengklaim bahwa hanya agamanya saja yang benar sedangkan agama yang lain salah. Pluralisme agama juga mengajarkan bahwa semua pemeluk agama akan masuk dan hidup berdampingan di surga.

1. Religious pluralism is an understanding / notion that teaches all religions are equal and due to that the truth of each religion is relative, therefore, follower of each religion can not claim that only his religion is true while other religions are wrong. Religious pluralism also teaches that all follower of every religions will go and live side by side in heaven.

2. Pluralitas agama adalah sebuah kenyataan bahwa di negara atau daerah tertentu terdapat berbagai pemeluk agama yang hidup secara berdampingan.

2. Religious pluralism is a fact that in certain countries or regions there are various of  religion followers  living side by side. 

3. Liberalisme agama adalah memahami *nash-nash agama (al-Qur’an dan Sunnah) dengan menggunakan akal pikiran yang bebas, dan hanya menerima doktrin-doktrin agama yang sesuai dengan akal pikiran semata. 

3. Religious Liberalism is to understand the religious *source of reference (Qur'an and Sunnah) by using a free mind, and just accept the religious doctrines that suit to mind/thinking. 

* I am not sure about the translation whether the word nash or also spell as nas can be translated as source of reference.

4. Sekulerisme agama adalah memisahkan urusan dunia dari agama, agama hanya digunakan untuk mengatur hubungan pribadi dengan Tuhan, sedangkan hubungan sesama manusia diatur hanya dengan berdasarkan kesepakatan sosial. 

4. Religious Secularism is to separate world affair from religion, religion is only used to set up a personal relationship with God, while human relationships governed only by virtue of the social agreement. - copy & pasted from *prisonerofjoy.blogspot.com

Kedua : Ketentuan Hukum
Second: The *Hukum Provision / Stipulation

* Hukum or also spell as Hukm in english translated as the rule of law in religion. I am not sure how accurate is the translation.

1. Pluralisme, Sekulerisme, dan Liberalisme agama sebagaimana dimaksud pada bagian pertama adalah paham yang bertentangan dengan ajaran agama Islam.  

1. Pluralism, Secularism and Religious Liberalism as mentioned in the first part is the understanding that contrary to the teachings of Islam. 

2. Umat Islam haram mengikuti paham Pluralisme, Sekulerisme dan Liberalisme agama.

2. Muslims are forbidden (Haram) to follow understanding / notion of Pluralism, Secularism and Religious Liberalism 

3. Dalam masalah aqidah dan ibadah, umat Islam wajib bersikap eksklusif, dalam arti haram mencampuradukkan aqidah dan ibadah umat Islam dengan aqidah dan ibadah pemeluk agama lain.
 

3. In the matter of *belief ( Aqidah) and *worship (Ibadah), Muslims must have (wajib) an exclusive attitude, in the sense that is prohibited ( Haram) to mix Aqidah and Ibadah of Muslim  with Aqidah (belief) and ibadah of other religious.

 * The Meaning of 'Aqidah' - The word 'aqidah' (عقيدة) is of the (morphological) form of (فعيلة) which has the meaning of (مفعول) (that to which something is done), meaning (معقودا عليه), that which is tied, knotted to, firmly fixed onto, held onto. It is derived from the root (عقد), which means to tie, fasten, join, bind. - aqidah.com

* Ibadah (worship) - Shaikhul-Islaam Ibn Taymiyyah (rahimahullaah) said: "Ibaadah is obedience to Allaah by carrying out what He has commanded on the tongues of His messengers." - allaahuakbar.net

4. Bagi masyarakat muslim yang tinggal bersama pemeluk agama lain lain (pluralitas agama), dalam maslah sosial yang tidak berkaitan dengan aqidah dan ibadah, umat Islam bersikap inklusif, dalam arti tetap melakukan pergaulan sosial dengan agama lain sepanjang tidak saling merugikan. 

4. For the Muslim community who live with other followers of other religions (religious pluralism), the social problems that are not related to belief and worship, Muslims should have inclusive attitude, in a sense still do social with other religions as long as no harm each other.

Ditetapkan di : Jakarta
Pada tanggal : 21 Jumadil Akhir 1426 H/28 Juli 2005 M.
Musyawarah Nasional VIIMajelis Ulama Indonesia
Pimpinan Sidang Komisi C Bidang Fatwa
KH. Ma’ruf Amin
Ketua
Drs. H.Hasanuddin M. Ag
Sekretaris
Pimpinan Sidang Pleno:
Prof. Dr. H. Umar Shihab
Ketua.
Prof. Dr. HM. Din Syamsuddin
Sekretaris.

Stipulated in Jakarta
As at: 21 Jumada End 1426 July 2005 H/28 M.
National Council of Ulama Indonesia VIIMajelis
Chairman of Commission C Field Fatwa Session
KH. Ma'ruf Amin
chairman
Drs. H.Hasanuddin M. Ag
secretary
Leadership Plenary:
Prof. Dr. H. Umar Shihab
Chairman.
Prof. Dr. HM. Din Syamsuddin
Secretary.


==========================

The above translation based on my understanding with the assistant of this translator

As info, Some of the above translation was copied from prisonerofjoy.blogspot.com. You may find better translation in English on the certain parts @ prisonerofjoy.blogspot.com

Seperti biasa, terjemahan sering gagal untuk memenuhi makna sebenarnya dari ayat dari bahasa asal yang digunakan. Pembaca yang  ingin berkongsi terjemahan yang lebih tepat sila emailkan kepada Islam Browser ke alamat  berikut

As usual, translation alwats fails to fulfill the true meaning of a sentence in the original language used. Reader who willing to share the better translation may forward to the following address


===================================================

Islamic scholars: Fight pluralism concept
November 18, 2012

The younger Muslim generation should be careful with the concept of freedom, especially involving the Islamic faith.

KUALA LUMPUR: Islamic thinkers today expressed their worry on the spread of religious pluralism in the country which according to them if left unchecked could waver the faith of Muslims, especially among the younger generation. 

Therefore, they hoped all Muslims irrespective of their professions and status in the community should play their roles with the Islamic religious authorities in the states to fight the concept so that the position of Islam as the official religion continued to be preserved as enshrined in the Federal Constitution.

Former Kedah Mufti, Syeikh Hassbullah Abd Halim, who expressed his concern, said the understanding of religious pluralism concept was that all religions had similar values in the eyes of God.

“This is against the Islamic faith and it could lead to disbelief.

“I see the effort to disseminate religious pluralism among Muslims getting more widespread. As Muslims who love their religion, they should act within their own capacity,” he told Bernama.

Syeikh Hassbullah said to fight the concept, Muslims in the country should unite and return to the true Islamic path as prescribed by Prophet Mohamad.

Young Scholars Secretariat (Ilmu) working committee chairman, Ustaz Fathul Bari Mat Jahaya said pluralism was an understanding which adopted extreme tolerant attitude based on western perspective.

“I am waiting for the National Fatwa Council to issue a clear fatwa (edict) on the understanding for Muslims to refer to,” he said.

He said the fatwa need to be implemented with strict religious action and enforcement to eradicate such ills effectively.

National Mosque Imam Azhar Tuarno said the younger generation should be careful with the concept of freedom, especially involving the Islamic faith.

He said this was in view of the development of borderless technology now which enabled communications among people to be easier and more liberal.

Bernama
my source : freemalaysiatoday

======================

Majlis Fatwa Malaysia semestinya bersegera dalam mengeluarkan fatwa dalam hal-hal yang boleh mengugat Aqidah umat seperti persoalan Pluralisma dan liberalisma ini apatah lagi dalam keadaan ianya menjadi bahan umpanan sesetengah parti politik dalam meraih sokongan ramai dari yang bukan Islam. Paling penting kita memberi faham kepada umat Islam agar tidak terpengaruh ke jurang kesesatan- Islam Browser

==============

Related topic


Thanks for coming

Thanks for coming
Terima kasih sudi hadir

Tajuk - Title